Pameran “Susur, Alur, Kultur” Dibuka di Museum Sri Baduga, Kenalkan Jejak Kerajaan Sunda kepada Masyarakat
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka pameran temporer bertajuk “Susur, Alur, Kultur: Rekam Jejak Kerajaan di Jawa Barat dalam Panggung Sejarah Sunda” di Museum Sri Baduga, Bandung, Rabu (17/6/2026). Pameran tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.
Pameran ini menghadirkan berbagai informasi mengenai perjalanan sejarah dan peradaban masyarakat Sunda melalui replika koleksi museum, infografis, narasi sejarah, serta materi visual yang dikemas secara edukatif dan interaktif.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, pameran tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan budaya Sunda. Menurutnya, pemanfaatan teknologi visualisasi dan digitalisasi dalam penyajian materi diharapkan dapat menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerahnya.
“Pameran ini menampilkan perjalanan peradaban masyarakat Sunda mulai dari Salakanagara, Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Galuh, Padjadjaran, Sumedang Larang hingga Cirebon,” ujarnya.
Herman menegaskan bahwa museum memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi penerus. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian terhadap keberadaan museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari kemampuannya menjaga dan memahami sejarah. Pemahaman terhadap warisan budaya menjadi modal penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menatap masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan pameran temporer menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai sarana pembelajaran.
Ia menyebut pihaknya telah mengundang berbagai sekolah untuk menjadikan pameran tersebut sebagai bagian dari kegiatan studi lapangan. Melalui cara ini, pelajar diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Sunda secara langsung.
“Pameran ini juga sejalan dengan visi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam memperkuat jati diri masyarakat Sunda serta menjaga keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman,” kata Iendra.

Posting Komentar