Mentan Amran dan Rektor IPB Kompak Dorong Generasi Muda Bangun Agribisnis Berbasis Inovasi
BERITA JABAR 24 – IPB University terus memperkuat upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan untuk menjawab tantangan sektor pertanian masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Rektor IPB University Dr Alim Setiawan dalam Kuliah Umum bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus Dramaga, Kamis (11/6).
Menurut Alim, masa depan pertanian Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir strategis, berinovasi, dan berani mengambil risiko dalam mengembangkan bisnis berbasis agribisnis.
"Indonesia membutuhkan generasi yang bukan sekadar petani yang bekerja keras, tetapi entrepreneur agribisnis yang berpikir strategis, bergerak inovatif, dan siap mengambil risiko untuk menciptakan nilai," ujarnya.
Ia menjelaskan, IPB University selama ini terus menumbuhkan budaya kewirausahaan melalui berbagai program pengembangan seperti CEO School, Startup School, hingga beragam bootcamp. Kampus juga berfokus melahirkan inovasi unggul sekaligus sumber daya manusia yang mampu mengubah hasil riset menjadi peluang usaha.
"Yang menjadi tantangan adalah bagaimana semangat kewirausahaan itu dapat terus tumbuh dan bertahan hingga mahasiswa lulus dan menjadi entrepreneur yang sukses," kata Alim.
Semangat tersebut mendapat penguatan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum bertajuk Belajar Gagal Menuju Sukses. Di hadapan mahasiswa, Amran membagikan perjalanan hidupnya sebagai pengusaha yang berkali-kali mengalami kegagalan sebelum meraih keberhasilan.
Ia menuturkan pernah mengalami kerugian usaha hingga kegagalan eksperimen yang justru menjadi pelajaran penting dalam membentuk mental seorang pengusaha. Menurutnya, keberanian menghadapi tantangan menjadi modal utama untuk berkembang.
"Belajar gagal adalah proses yang harus dilalui. Dari kegagalan itulah mentalitas seorang pengusaha terbentuk," ujar Amran.
Sebelum kuliah umum berlangsung, Menteri Pertanian bersama Rektor IPB University dan jajaran kampus meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan riset, mulai dari Teaching Feed Industry, Poultry Breeding Center (Pusat Pembibitan Ayam Lokal IPB D-1), hingga Laboratorium Riset Unggulan IPB. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Pada kesempatan itu, Mentan juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah mengembangkan inovasi dan menjalankan usaha. Ayesha Nashwa Raida Sulthoni dan Chelsy Kayla Rosmerine menerima penghargaan atas inovasi Skin Acta, kemasan pintar berbasis ganyong dengan nanopartikel ZnO dan indikator pH bunga telang yang membantu memperpanjang umur simpan produk.
Sementara itu, hadiah berupa traktor diberikan kepada Muslimun, mahasiswa Magister Ilmu Tanah IPB University yang dinilai memiliki semangat kewirausahaan tinggi. Sejak masa sarjana ia bekerja sebagai cleaning service dan kini aktif menjadi petani sambil melanjutkan pendidikan.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah tersebut, IPB University berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi, memanfaatkan riset sebagai peluang bisnis, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui kewirausahaan agribisnis.


Posting Komentar