Gangguan Listrik Dinilai Perparah Tekanan Industri Jawa Barat, Apindo Khawatirkan PHK dan Penurunan Ekspor
![]() |
| Ketua Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik. (Dok APINDO JABAR) |
BANDUNG – Dunia usaha di Jawa Barat menghadapi tekanan yang semakin berat di tengah perlambatan permintaan global. Setelah bergulat dengan penurunan pesanan ekspor, kalangan industri kini harus menghadapi persoalan baru berupa gangguan pasokan listrik yang berdampak langsung terhadap aktivitas produksi.
Ketua DPP Apindo Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, khususnya industri padat karya yang saat ini tengah berupaya mempertahankan operasional dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurutnya, sejumlah perusahaan telah melaporkan kondisi usaha yang semakin sulit. Beberapa di antaranya bahkan mulai merumahkan pekerja, sementara sebagian lainnya terpaksa menghentikan kegiatan usahanya.
Gangguan listrik yang berlangsung hingga lima jam di tengah proses produksi dinilai memicu kerusakan material maupun produk yang sedang diproses di dalam mesin. Produk yang rusak tersebut tidak dapat digunakan kembali sehingga menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit.
Selain itu, terhentinya pasokan listrik juga mengacaukan jadwal produksi yang telah disusun perusahaan. Target produksi yang tidak tercapai harus dikejar melalui penambahan jam kerja pada hari berikutnya, sehingga biaya operasional meningkat akibat kebutuhan lembur dan penggunaan sumber daya tambahan.
Apindo Jawa Barat juga menyoroti dampak yang lebih luas terhadap kegiatan ekspor. Keterlambatan produksi berpotensi menghambat pengiriman barang ke luar negeri. Kondisi tersebut dapat memicu teguran dari pembeli internasional hingga berisiko mengurangi volume pesanan atau mengalihkan kontrak ke negara lain.
Situasi tersebut dinilai dapat mengancam daya saing industri manufaktur Jawa Barat yang selama ini menjadi salah satu penopang utama sektor ekspor nasional.
Atas kondisi tersebut, Apindo Jawa Barat meminta seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap stabilitas pasokan listrik, mengingat banyak perusahaan besar yang operasionalnya sangat bergantung pada ketersediaan energi yang andal.
Selain itu, dunia usaha juga mengajak serikat pekerja dan seluruh elemen buruh untuk bersama-sama menjaga iklim kerja yang kondusif agar industri tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Posting Komentar