BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mengajukan usulan penetapan status darurat sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusul meningkatnya volume sampah selama periode libur panjang yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan lonjakan aktivitas masyarakat dan tingginya kunjungan wisatawan sejak libur Lebaran hingga rangkaian long weekend memberikan tekanan besar terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Menurut Farhan, kondisi tersebut membuat persoalan sampah menjadi salah satu tantangan paling serius yang saat ini dihadapi pemerintah daerah.
"Kami menghadapi beban lingkungan yang cukup berat selama musim liburan. Persoalan sampah menjadi tantangan utama yang harus segera ditangani," ujarnya di Bandung, Senin (1/6).
Ia menjelaskan, hingga kini Kota Bandung masih mengandalkan TPPA Sarimukti sebagai lokasi pembuangan residu sampah. Ketergantungan tersebut membuat kapasitas pengelolaan sampah kota sangat bergantung pada kuota yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Farhan mengapresiasi langkah Pemprov Jabar yang telah memberikan tambahan kuota pengangkutan sampah ke TPPA Sarimukti. Kebijakan tersebut dinilai membantu mengurangi risiko penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Bandung.
Meski berbagai upaya pengolahan sampah terus dilakukan, kata dia, residu hasil pengolahan tetap membutuhkan dukungan fasilitas pembuangan akhir yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Saat ini, Pemkot Bandung masih menunggu keputusan Pemprov Jawa Barat terkait usulan penetapan status darurat sampah yang diajukan berdasarkan kriteria dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Apabila status darurat ditetapkan, pemerintah daerah akan memiliki dasar untuk mengambil langkah-langkah percepatan penanganan sampah melalui kebijakan khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
Farhan juga menekankan bahwa penanganan persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, peran masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam mengurangi produksi sampah dan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat guna mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di Kota Bandung.
Posting Komentar