Pemkot Bogor Siapkan Rp55 Miliar untuk Porprov Jabar 2026, Fokus Teknis dan Prestasi Atlet

Table of Contents

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan

KOTA BOGOR- Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, saat kota tersebut menjadi tuan rumah bersama Depok dan Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan anggaran tersebut sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tanpa dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sampai hari ini murni APBD Kota Bogor, tidak ada bantuan dari provinsi,” kata Jenal di Balai Kota Bogor, Selasa.

Ia merinci, alokasi anggaran dibagi dalam dua tahun, yakni Rp30 miliar pada 2025 dan sekitar Rp25 miliar pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kesiapan venue, pembinaan dan insentif atlet, penyediaan seragam, hingga aspek teknis penyelenggaraan.

Dengan keterbatasan anggaran, Pemkot Bogor memilih memangkas kegiatan seremonial agar fokus pembiayaan diarahkan pada peningkatan performa atlet dan kesiapan pertandingan.

“Acara seremonial yang tidak terlalu penting kita hilangkan. Lebih fokus ke pelatihan dan pelaksanaan,” ujarnya.

Dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang menelan anggaran sekitar Rp80 miliar, nilai anggaran kali ini lebih kecil. Meski begitu, Pemkot Bogor tetap menargetkan hasil optimal.

Kota Bogor memasang target 100 medali emas pada Porprov 2026. Target tersebut dinilai realistis berdasarkan evaluasi performa atlet yang menunjukkan tren peningkatan.

Jumlah atlet yang akan diberangkatkan diperkirakan sekitar 700 orang, lebih sedikit dibandingkan Porprov sebelumnya yang mencapai sekitar 900 atlet. Pengurangan ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran.

Sebagai tuan rumah, Kota Bogor akan menggelar pertandingan sekitar 20 cabang olahraga. Persiapan venue terus dilakukan, termasuk peningkatan akses menuju lokasi pertandingan.

Selain aspek olahraga, penyelenggaraan Porprov juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi daerah. Sektor perhotelan, restoran, dan usaha pendukung diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas.

Menurut Jenal, sejumlah hotel di Bogor mulai menerima pemesanan dari daerah peserta, baik untuk kebutuhan pertandingan maupun pemusatan latihan.

“Dengan Bogor menjadi tuan rumah, ada efek berganda terhadap ekonomi. Harapannya juga berdampak pada peningkatan PAD Kota Bogor,” katanya.

Posting Komentar