Kasus Campak di Jawa Barat Meningkat, Dinkes Perkuat Imunisasi Anak

Table of Contents

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat tren peningkatan kasus campak hingga Maret 2026. Pada periode Januari hingga Februari 2026 saja, tercatat sebanyak 252 kasus campak dilaporkan di berbagai wilayah di Jawa Barat.

Lonjakan kasus ini melanjutkan tren peningkatan yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, total kasus campak di Jawa Barat mencapai 1.785 kasus, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 271 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin dari penderita, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hingga melalui benda yang terkontaminasi virus.

Menurutnya, momentum Idulfitri yang identik dengan mobilitas masyarakat dan pertemuan dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Dinkes Jawa Barat mendorong masyarakat melengkapi imunisasi campak hingga dosis kedua sebelum melakukan perjalanan mudik, khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan. Saat ini sejumlah daerah di Jawa Barat juga tengah melaksanakan Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serempak untuk memperluas perlindungan terhadap campak.

Layanan imunisasi dapat diakses melalui posyandu, puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik. Selain itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. 

Jika muncul gejala campak seperti demam disertai ruam, warga diminta segera melakukan isolasi mandiri serta menjaga kebersihan untuk mencegah penularan lebih luas.

Posting Komentar