Dedi Mulyadi Ingin Anggaran Rakyat Lebih Besar
Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk terus menekan anggaran operasional penyelenggara negara agar porsi anggaran untuk kepentingan masyarakat bisa lebih besar. Hal itu disampaikannya usai Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Sate, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Dedi, Lebaran bukan hanya perayaan, tetapi juga menjadi momen evaluasi bagi pemerintah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah masih memiliki banyak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.
Ia menilai struktur anggaran harus diubah agar lebih berpihak kepada publik. Selama ini, porsi anggaran untuk operasional pemerintahan dinilai masih terlalu besar, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi terbatas. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai melakukan realokasi anggaran secara bertahap.
Saat ini, kata Dedi, porsi anggaran penyelenggaraan pemerintah berada di kisaran 30 persen, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat mencapai 40 persen bahkan lebih. Namun, ia menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga 25 persen, bahkan idealnya 20 persen, sehingga anggaran untuk kepentingan publik bisa mencapai sekitar 80 persen.
Menurutnya, jika anggaran lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan publik, maka pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya bisa lebih merata hingga ke wilayah pelosok.
Dedi juga memastikan bahwa kebijakan realokasi anggaran tersebut akan terus diperkuat dan menjadi bagian dari evaluasi dalam penyusunan RAPBD 2027. Ia berharap, dengan struktur anggaran yang lebih efisien dan transparan, manfaat pembangunan bisa lebih dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Barat.

Posting Komentar