 |
| Tambak perikanan di Jawa Barat (Humas KKP) |
Sebanyak 4.000 hektare tambak di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, disiapkan untuk direvitalisasi sebagai bagian dari program penataan tambak Pantai Utara Jawa Barat. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk menghidupkan kembali sektor perikanan budidaya di wilayah pesisir yang selama ini dinilai belum optimal.
Data pemerintah daerah mencatat, total luas tambak di Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 7.000 hektare. Namun, yang masih aktif dan produktif diperkirakan hanya sekitar 4.000 hektare. Lahan aktif inilah yang menjadi prioritas dalam program revitalisasi tahap awal.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Pertemuan tersebut membahas percepatan penataan tambak sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir dan ketahanan pangan berbasis perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan revitalisasi tidak sekadar perbaikan infrastruktur, tetapi juga pembenahan sistem budidaya. Pendekatan modern dan terintegrasi akan diterapkan, mulai dari tata kelola air, peningkatan kualitas benih, hingga pola manajemen produksi yang lebih efisien.
Selama ini, sebagian besar tambak di Muaragembong masih dikelola secara tradisional. Produktivitas dinilai belum maksimal, sementara tantangan seperti sedimentasi, kualitas air, dan keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama. Dengan revitalisasi, diharapkan produktivitas tambak meningkat signifikan dan berdampak langsung pada pendapatan petambak.
Selain aspek produksi, program ini juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Revitalisasi tambak diyakini mampu membuka lapangan kerja baru, baik di sektor budidaya, pengolahan hasil perikanan, maupun distribusi. Pemerintah daerah menyambut positif rencana tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.
Tak hanya itu, terdapat pula rencana penataan kawasan permukiman masyarakat pesisir guna meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Dengan infrastruktur yang lebih baik dan sistem produksi yang lebih modern, kawasan Muaragembong diharapkan dapat berkembang sebagai sentra perikanan budidaya unggulan di pesisir utara Jawa Barat.
Revitalisasi 4.000 hektare tambak ini menjadi langkah awal transformasi sektor perikanan di Kabupaten Bekasi. Jika berjalan sesuai rencana, program tersebut berpotensi memperkuat posisi wilayah pesisir sebagai penopang ekonomi daerah sekaligus kontributor penting bagi ketahanan pangan nasional.
Posting Komentar