Sinergi Lembaga Bangun Jembatan Penghubung di Cianjur, Ribuan Warga Merasakan Manfaatnya
CIANJUR — Sebuah jembatan penghubung sepanjang sekitar 60 meter secara resmi mulai difungsikan di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Struktur yang menghubungkan Kampung Bojong dan Kampung Puncak Keusik ini dibangun melalui kolaborasi tiga pihak: Sinergi Foundation, program Sasaka Indonesia, dan Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK).
Peresmian yang digelar Sabtu (27/12/2025) itu dihadiri oleh perwakilan lembaga serta tokoh masyarakat setempat. Menurut Wakil Ketua UPZDK, Awaludin Gumbira, proyek ini lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan implementasi optimalisasi penyaluran dana umat yang tepat guna, berkelanjutan, dan memberi dampak sosial yang nyata.
“Jembatan ini bukan hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga membuka akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan bagi warga kedua kampung,” ujarnya dalam sambutan usai penandatanganan simbolis.
Dampak Langsung bagi Warga
-
Akses Pendidikan & Aktivitas Sosial
Anak-anak sekolah dan tenaga pengajar kini tidak perlu lagi menempuh rute panjang untuk mencapai lokasi pendidikan seperti sebelumnya. -
Dorongan Ekonomi
Konektivitas baru ini diharapkan dapat meningkatkan distribusi hasil bumi dan produk lokal warga, mempercepat mobilitas ekonomi, serta mendorong pertumbuhan lokal. -
Kemudahan Akses Layanan Kesehatan
Perjalanan menuju fasilitas kesehatan kini lebih cepat dan aman, terutama dalam kondisi darurat.
Proses Pembangunan
Konstruksi jembatan gantung dengan alas plat bordes ini berjalan selama sekitar 90 hari, dimulai pada 1 Oktober 2025 hingga selesai 1 Desember 2025. Seluruh tahapan mulai persiapan tim, pembelian material, hingga instalasi dan finishing dilakukan secara intensif bersama masyarakat sekitar.
Pihak pelaksana memperkirakan masa pakai jembatan mencapai 25–30 tahun, asalkan dirawat dengan baik oleh warga setempat. Sebuah tim khusus juga dibentuk untuk bertanggung jawab pada pemeliharaan jembatan tersebut.
Bantuan Sosial dan Apresiasi Warga
Dalam kesempatan yang sama, pihak penyelenggara juga menyalurkan 84 paket sembako kepada sejumlah warga dhuafa, lansia, guru ngaji, serta marbot masjid sebagai bagian dari komitmen sosial dalam program pembangunan ini.
Tokoh masyarakat Warsudin menyampaikan rasa syukur warga atas kehadiran jembatan tersebut. Sebelum diperbaiki, akses antar kampung harus melalui rute memutar sejauh hampir 30 kilometer. Dengan jembatan anyar ini, diperkirakan 300–500 orang melintasi setiap harinya untuk beraktivitas.
“Akses ini bukan sekadar jalan. Ini nyawa bagi warga — dari sekolah hingga penghidupan sehari-hari,” katanya.
Posting Komentar